jump to navigation

Kecoa Bermanfaat 11/12/2008

Posted by l00k in Nandur.
Tags: , ,
trackback
Diambil dari IdWikipedia

Source : IdWikipedia

MOL KECOA-PISANG
@ Jakarta Barat

Yup saya namakan saja begitu, karena bahan bakunya terdiri juga dari unsur kecoa . Binatang yang berasal dari ordo Blattodea ini mungkin tertarik mengunjungi cairan MOL yang sengaja tidak saya beri tutup. Bau asam atau kecut menarik mereka untuk *berenang* didalam cairan MOL bonggol pisang. Pada awalnya pembuatan MOL ini dikarenakan sisa bonggol pisang yang masih saya biarkan didalam toples, dengan sedikit cairan MOL. Karena merasa sayang dengan cairan MOL tersebut, terpikir untuk me-reuse bonggol pisang beserta sisa cairan yang terdapat didalam toples.

Bahan yang dibutuhkan untuk Pembuatan MOL ini adalah sebagai berikut:
1. Bekas Bonggol Pisang.
2. Sedikit Cairan MOL
3. Air Biasa

Pisang-kecoak

Pisang-kecoak

Cairan MOL yang tersisa hanyalah ada di garis bawah (*Gbr Pisang kecoak* ditunjukkan oleh anak panah) , beserta bonggol pisang yang sengaja tidak saya buang. MOL tersebut saya tambah dengan air biasa hingga toples-nya penuh.
Metode yang digunakan untuk pembuatan MOL ini adalah Aerob (menggunakan oksigen), karena itulah sengaja tidak diberi tutup diatasnya. Untuk melindungi dari air hujan, dan bisa jadi binatang lainnya toples tersebut saya instalasi seperti gambar berikut:

Instalasi Toples MOl

Instalasi Toples MOl

Pelindung yang dipakai adalah pecahan lantai dan juga pecahan asbes yang sekiranya bisa untuk menutupi toples MOL tersebut. Bisa juga anda pergunakan bahan lain untuk melindungi sekeliling toples tersebut, Usahakan agar tinggi bahan pelindung yang digunakan melebihi tinggi dari TOPLES MOL, mengingat kita akan membuat MOL dengan memakai metode aerob.
Langkah terakhit adalah meletakkan tutup yang tidak langsung menutupi Toples, melainkan, tersangkut di samping-samping bahan pelindung yang digunakan, dengan begini maka toples tersebut bisa mendapatkan oksigen, namun tidak langsung dari atas.
Setelah beberapa hari (+/- 5 hari), iseng-iseng saya buka penutupnya, tidak disangka ternyata sudah ada 2 ekor kecoak yang sedang berenang dalam kondisi mati ๐Ÿ˜€ *salah sendiri MOL kok dibuat berenang*.
Hampir saja mau saya buang MOL tersebut, namun setelah diperhatikan lebih teliti, ternyata kehadiran kecoa tersebut tidak mengurangi keasaman/kekecutan aroma yang ditimbulkan oleh MOL. Begitu juga dengan lapisan putih yang selalu muncul bila kita membuat MOL, tetap ada bahkan lebih besar luasannya. *apa yach namanya lapisan putih ini?*.
Mengingat masih belum ada percobaan yang menggunakan kecoa sebagai bahan baku pembuatan MOL, saya batalkan niat untuk membuang cairan MOL yang sudah dihinggapi oleh kecoa ini.

Kecoak dan Cairan

Kecoak dan Cairan

Saya perhatikan lagi, ada gelembung-gelembung oksigen yang kadang-kadang keluar dari bawah seperti MOL Bonggol pisang Anaerob sebelumnya.
Aromanya itu loh, fiuhhh asyemmm banget, moga-moga dengan kehadiran kecoa tidak mempengaruhi kwalitas dari MOL yang dibuat dengan menggunakan bekas dari bekas-nya pisang ini hehehe. Kita tunggu kwalitas dari MOL Kecoa ini beberapa saat lagi setelah memasuki 2 minggu.

Tools :
Pem-Proto-an : E-61i
Pe-Ngedit-an : Photoshop CS2 Bajakan
Pe-Ngonsep-an : Y410 + Open Office *LEGAL*
Pe-Upload-an : @Kalibata

Iklan

Komentar»

1. christine - 11/12/2008

“Eksperimen” yang menarik. Siapa tahu MOL kecoa ini lebih joss. Sayang dulu “MOL cicak” saya dibuang; jijik sih…

l00k - 11/12/2008

@christine
lagi penasaran hasilnya nanti seperti apa mbak ๐Ÿ™‚
thanks dah berkunjung

2. SOBIRIN - 11/12/2008

Bagus nih, kalau kecoa-nya diperbanyak mungkin lebih afdol….Sukses pak segera dicoba utk membuat kompos atau utk pupuk cair../ sob

l00k - 11/12/2008

Beres eyang, nanti kalo sudah panen saya posting lagi, Inget aja kalo saya masih punya utang untuk bikin composter ๐Ÿ˜€

3. ritapunto - 14/02/2009

hehehe..semua mol yg saya buat en gak ketutup pasti disatroni kecoa atawa cicak, hm..mungkin awalnya mrk tertarik wrn air mol yg keruh, trus coba-coba hunting dibibir toples mol, tp kaget kesambet metana, mau lari kagak bisa akhirnya nyemplung deh…hehehhe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: