PANEN MOL 25/11/2008
Posted by l00k in Nandur.Tags: Lingkungan Hidup, Pertanian
trackback

Dari Atas diambil dengan menggunakan Nokia E-61i
MOL ini dibikin dengan memakai rumus eksperimen (ya iyalah bo’ masa di tutorialnya memakai bonggol pisang 5 Kg busyet mo cari dimana Mol segitu banyak, masa harus beli dulu kepasar, padahal khan alasan saya tertarik membuatnya karena ingin Zerowaste seperti yang sudah dilakukan oleh Eyang Sobirin). Untuk percobaan pertama menggunakan komposisi seperti ini.
Emhh sepertinya harus konsultasi dengan Eyang Sobirin nih, untuk memastikan apakah MOL-ku sudah matang atau belum. Ciri-ciri dari MOL pertama buatanku.
- Beraroma asam
- Warna Cairan coklat (mungkin efek dari gula jawa yang dipakai)
- Setelah beberapa hari terdapat semacam bakteri/jamur/whatever yang warnanya putih dan mengambang dipermukaan. (mirip ma telur cicak)

Dari samping, Difoto menggunakan Nokia E-61i

Taken with Nokia E-61i
Mengingat sudah ada media lagi untuk membikin MOL, akhirnya tetap dengan berpatokan memaksimalkan limbah rumah tangga, saya mencoba untuk membikin lagi MOL (tetep dengan BONGGOL PISANG) murah meriah gitu loh :p. Komposisi dari percobaan MOL dengan memakai bonggol pisang sebagai bahan utama adalah sebagai berikut:
300 gram bonggol pisang, 12 sdm gula putih, Air bekas cucian beras secukupnya. (bayangin sendiri deh kalau toples seperti digambar berapa liter sih muatnya).
Caranya :
Hancurkan dulu bonggol pisang. Disini saya menggunakan Ulekan (layah:red) yang terbuat dari bahan batu. Jadi pengen nyari lumpeng. Lumpeng itu alat ayng digunakan untuk menghancurkan jagung jaman dulu. Biasanya sih terbuat dari batu, tetapi ada juga sekarang yang terbuat dari kayu. Apa yach kerasa kalau pake kayu, pasti lebih banyak tenaga yang dikeluarkan kalau pake kayu. Halah apaan seh :p
Campur Gula dengan air bekas cucian beras.Untuk lebih memudahkan pelarutan gula, saya menggunakan air panas secukupnya. Setelah itu saya aduk hingga rata. emhhhh seperti membuat sirup.Setelah gula tersebut rata, masukkan cairan bekas pencuci beras tersebut kedalam toples secukupnya.Masukkan bonggol pisang yang sudah dihancurkan kedalam toples.
Tutup, dan pastikan bahwa selang air anda berada diair, tidak dipermukaan
. ini eksperimen pribadi.
Siap deh untuk dilihat 2-3 minggu kedepan
.
Doain aja berhasil yach.




Bagus sekali, melihat warnanya sudah OK, bisa dipakai langsung utk starter kompos.
Coba check dengan aliran listrik. Ambil kabel listrik yang ujungnya ada lampunya, dan ujung lainnya dimasukkan dlm stop kontak. Lampu menyala. Berkutnya potong salah satu kabel. Lalu kabel yng dipotong, masukkan dalam MOL (ambil MOL secukupnya dalam wadah/ kobokan plastik). Bila lampalamu ‘menyala’ maka artinya MOL sdh jadi.
Segera saja langsung utk membuat kompos….
salam: sob
Pak Lukman, sukses ya MOL-nya sudah jadi. Ayo segera bikin kompos pas. Bersama kita bisa lestarikan lingkungan. Wah, kok jadi mirip slogannya SBY-JK ya? hahahahaha…
Salam,
Terima kasih sudah mampir, iyah sekarang lagi bongkar-bongkar halaman belakang, tempat yang mana yang cocok untuk dibikin KOMPOSTER, milih tempat dulu biar ndak ribut dengan istri
pak Lukman salam kenal..
asyik deh, kalu banyak kaum adam yang peduli lingkungan rumahnya sendiri. mampir dunk ke halaman saya..
http://bandarsampah.blogdetik.com
http://www.whh.or.id
mau tanya pak, yang dimaksud bonggol pisang itu bagian yang mana.
apakah bagian bawah pohon pisangnya atau bonggol pada buah pisang atau bonggol sisirannya.
trim’s pak atas jawabannya
setahu gue mol pisang itu yang jitu buat pupuk organik cair, pelarutnya pake……., (rahasia) wow….jitu kandungan unsur haranya…… mau tau, call me 081 578 706 186
maaf lama sekali balesnya.
saya belum mendapatkan referensi yang jelas tentang makna dari bonggol pisang. Namun dalam pengertian saya bonggol pisang adalah batang tempat buah pisang tersebut menggantung.
Untuk bahan MOL yang saya menggunakan bonggol sisirannya hingga bonggol pada buah pisangnya.
semoga bapak jelas terhadap penjelasan saya.
terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.